anda ingin melihat tampilan galeri.... ? silahkan klik di bawah ini....!
16 Februari 2013
JIMAT
Penjemur
pakaian otomatis “Jimat“, merupakan
suatu alat yang bekerja berdasarkan sensor cahaya dan sensor air.
Fungsi Alat ini adalah sebagai penjemur pakaian yang dapat
bekerja secara otomatis mengeluarkan dan memasukkan pakaian yang di jemur
berdasarkan pada kondisi cuaca.
Kondisi
Kerja alat adalah sebagai berikut
Kondisi
Cuaca
|
Kerja Alat
|
Terang (panas)
|
Berada di luar ruangan
|
Mendung, malam, gelap
|
Di dalam ruangan
|
Terang (panas) namun hujan
|
Di dalam ruangan
|
Gelap, hujan
|
Di dalam ruangan
|
“ Jimat “ akan berada di luar ruangan
hanya ketika cuaca cerah, panas.
Selain kondisi
tersebut maka “jimat” akan selalu berada di dalam.
Kegunaan :
1.
Dipakai di rumah tangga
2.
Pengusaha Jasa Laundry
Untuk pengembangan:
1.
pada saat “jimat berada di dalam ruangan dapat di tambahkan Blower.
2.
Disediakan UPS, sehingga pada saat listrik mati alat tetap dapat
berfungsi dengan baik
12 Februari 2013
MESIN STAMPING
Mesin
stamping benda bergerak secara satu siklus / manual, dengan actuator double
acting pada actuator A dan B. Actuator A bertugas untuk menurunkan benda dari atas konvenyor, setelah actuator A
berada dibawah (MIN), lalu aktuator B bergerak mendorong benda ketempat
proses
selanjutnya, setelah actuator
B selesai melakukan tugasnya,
actuator B kembali ketempat semula (MIN), lalu actuator A naik/maju
kembali pada posisi diatas (MAX). Kecepatan maju actuator A dan B dapat diatur.
Proses aakan mulai berjalan setelah menekan tombol switch S1.
ALAT CETAK
Benda
plastik yang akan distempel, ditempatkan ke dalam pemegang secara manual. Silinder 1.0 (A) mendorong benda tersebut kebawah
silinder pencetak 2.0 (B). Silinder 2.0 mencetak nama pada benda
plastik. Setelah selesai mencetak,
silinder 2.0 kembali ke posisi semula. Lalu
silinder 1.0 kembali. Proses pencetakan
nama, dapat berjalan jika tombol star S1 ditekan.
07 Februari 2013
*~~ " PENYAKIT HATI ITU ADA DUA MACAM "~~*
Sumber: Mutiara Muslimah
BismillaahiRRahmaaniRRahii
1. Jenis yang mana pemiliknya tidak merasakan sakit ketika itu, yaitu penyakit kebodohan, syubhat dan keraguan, dan ini jenis yang paling parah penyakitnya, akan tetapi dikarenakan rusaknya hati tersebut dia tidak merasakan sakit tersebut.
2. jenis penyakit yang menyakitkan pemiliknya seperti rasa gelisah, gundah, sedih, jengkel (marah) dan penyakit ini kadang bisa hilang dengan pengobatan-pengobatan yang alami, dengan dia menghilangkan sebab-sebabnya dan selainnya.
Mengobati hati bisa dengan EMPAT perkara, yaitu :
~Pertama :
Dengan Al-Qur’an, karena ia merupakan penyembuh (obat) bagi penyakit-penyakit yang ada didalam dada dan keraguan, juga dapat menghilangkan dari kesyirikan, kekotoran, kekufuran, penyakit-penyakit syubhat dan syahwat.
Al-Qur’an sebagai petunjuk (cahaya) bagi orang yang mengetahui al-haq dan mengamalkannya, juga sebagai rahmat yang diperoleh orang-orang mukmin sebagai pahala (balasan) baik yang disegerakan atau yang diakhirkan.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman :
“Dan apakah orang-orang yang sudah mati, kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan cahaya kepadanya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan-jalan di masyarakat manusia, serupa dengan keadaannya berada dalam keadaan gelap gulita yang sekali-kali tidak bisa keluar daripadanya?”
(QS. Al-An’an ; 122).
~Kedua :
Hati itu butuh pada TIGA perkara;
1. Hal yang dapat menjaga kekuatannya, yaitu dengan keimanan, dan amalan shalih serta wirid-wirid (dzikir-dzikir) yang merupakan ketaatan.
2. Menjaganya dari marabahaya yaitu dengan cara meninggalkan seluruh kemaksiatan dan berbagai macam bentuk penyelisihan.
3. Mengeluarkan semua unsur-unsur yang menyakitkan (mengganggu) yaitu dengan dia bertaubat dan meminta ampun kepada Allah.
~Ketiga :
Pengobatan hati yang sakit yang dikuasai oleh hawa nafsu.
Ada DUA cara pengobatan, yaitu mengoreksi (intropeksi / muhasabah) dan menyelisihinya. Adapun bermuhasabah ada 2 macam :
1. Sebelum diamalkan dan ia memiliki EMPAT tingkatan :
a. Apakah amalan ini mampu untuk dikerjakan ?
b. Apakah amalan ini mengerjakannya lebih baik daripada meninggalkannya ?
c. Apakah ibadah ini diniatkan wajah Allah Ta’ala (ikhlas) ?
d. Apakah amalan ini perlu adanya bantuan yang dapat membantu amalan tersebut jika memang amalan tersebut butuh kepada bantuan ?
Apabila amalan ini perlu bantuan maka ia kerjakan bila tidak maka tidak dikerjakan selamanya.
2. Setelah diamalkan dan ia ada TIGA jenis :
a. Menghisab (mengoreksi) dirinya atas ketaatannya yang ia remehkan padanya hak Allah, dimana ia tidak mengerjakan ketaatan tsb menurut bentuk yang diperintahkan. Diantara hak-hak Allah ialah ikhlas, nasehat, mengikuti, mengetahui kebaikan-kebaikan yang ia dapatkan, mengakui karunia Alloh atasnya, juga mengajui adanya kekurangan dalam hal-hal tsb.
b. Mengoreksi jiwanya atas setiap amalan yang dahulu meninggalkannya lebih baik daripada mengamalkannya.
c. Mengoreksi dirinya atas perkara mubah atau kebiasaan yang belum ia kerjakan, apakah ia maksudkan dengannya wajah Allah dan negeri akhirat sehingga ia menjadi orang-orang beruntung atau ia maksudkan dunia sehingga ia menjadi orang-orang yang merugi. Dan kumpulan itu semua hendaklah mengoreksi dirinya pertama kali atas amalan-amalan fardhu, kemudian ia sempurnakan jika ia kurang dalam mengerjakan amalan fardhu tsb, kemudian dia menghisab dirinya atas perkara-perkara yang diharomkan. Jika ia tahu pernah melakukan diantara larangan tsb langsung ia bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, kemudian amalan yang dilakukan anggota badannya, kemudian hal-hal yang dia lalaikan.
~Keempat :
Pengobatan hati yang sakit karena setan menguasai hati tersebut. Setan merupakan musuh bagi manusia, agar lepas (terbebas) dari setan ialah selalu beristi’adzah kepada Allah dengan apa-apa yang disyariatkanNya.
Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wasallam sendiri betul-betul mengumpulkan antara isti’adzah dari kejelekan jiwa dan kejelekan setan. Rasulullah mengatakan kepada Abu Bakar :
“Katakanlah Ya Allah Pencipta langit dan bumi, Dzat yang mengetahui perkara yang ghaib dan yang tampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Engkau, aku berlindung kepada Engkau dari kejelekan jiwaku dan dari kejahatan setan dan kesyirikannya, juga berlindung dari berbuat kejelekan terhadap diriku, atau yang aku lakukan (kejelekan itu) terhadap seorang muslim. Ucapkanlah doa itu, apabila engkau berada di pagi hari dan di sore hari juga ketika engkau ingin tidur.”
(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, lihat Shahih Tirmidzi 3/142)
19 Januari 2013
THYRISTOR
Thyristor adalah komponen
semikonduktor untuk pensaklaran yang berdasarkan pada strukturPNPN.
Komponen ini memiliki kestabilan dalam dua keadaan yaitu on dan off
serta memiliki umpan-balik regenerasi internal. Thyristor memiliki
kemampuan untuk mensaklar arus searah (DC) yaitu jenis SCR, maupun arus
bolak-balik (AC), jenis TRIAC.
Silicon Controlled Rectifier (SCR)
SCR
merupakan jenis thyristor yang terkenal dan paling tua, komponen ini
tersedia dalam rating arus antara 0,25 hingga ratusan amper, serta
rating tegangan hingga 5000 volt. Struktur dan simbol dari SCR dapat
digambarkan seperti pada Gambar 1.
Gambar 1. Penggambaran struktur dan simbol dari SCR.
Sedangkan jika didekati dengan struktur transistor, maka struktur SCR
dapat digambarkan seperti pada Gambar 2.
Gambar 2. Struktur SCR jika didekati dengan struktur transistor.
Kondisi awal dari SCR adalah dalam kondisi OFF (A dan K tidak tersambung).
Salah satu cara untuk meng-ON kan (menyambungkan antara A dan K) adalah
dengan memberikan tegangan picu terhadap G (gate). Sekali SCR tersambung
maka SCR akan terjaga dalam kondisi ON (dapat dilihat pada struktur
transistor Gambar 2). Untuk mematikan sambungan A-K, maka yang perlu
dilakukan adalah dengan memberikan tegangan balik pada A-K-nya, atau
dengan menghubungkan G ke K. Gambar 3 berikut adalah karakteristik volt-amper
SCR dan skema aplikasi dasar dari SCR.
Gambar 4. Karakteristik dan skema aplikasi SCR.
Triac
Triac dapat dianggap sebagai dua buah SCR dalam struktur kristal tunggal,
dengan demikian maka Triac dapat digunakan untuk melakukan pensaklaran
dalam dua arah (arus bolak balik, AC). Simbol dan struktur Triac adalah
seperti ditunjukan dalam Gambar 5.
Gambar 5. Simbol dan struktur Triac.
Karena secara prinsip adalah ekivalen dengan dua buah SCR yang disusun
secara paralel dengan salah SCR dibalik maka Triac memiliki sifat-sifat
yang mirip dengan SCR. Gambar 6 adalah gambar karakteristik volt-amper
dan skema aplikasi dari Triac.
Gambar 6. Karakteristik dan skema aplikasi Triac.
Langganan:
Postingan (Atom)
















